TUGAS 3
ETIKA PROFESI TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
KELOMPOK 1
Nama Anggota Nama Anggota
Kelompok :
1. Al Imatun Iftitah (12161937)
2. Ratna Purwaningsih
(12165894)
3. Serni Pasang
(12164106)
4. Sugiyanti (12164296)
5. Velina Risky Amelia (12162189)
1. Motif
yang dapat mempengaruhi kejahatan TI diantaranya adalah
Jawab
:
Banyak
motif yang dilakukan oleh seorang pelaku kejahatan TI dimulai karena keiingin
tahuan, dan keinginan untuk memilikinya, maka seseorang melakukan tindakan
kejahatan. Dimana kejahatan berdasarkan motif kegiatannya dibedakan menjadi dua
yaitu.
a.
Motif
Kriminalitas
Motif kriminalitas ini
merupakan motif murni kejahatan yang dilakukannya. Dimana pelaku kejahatan
menggunakan media internet sebagai
sarana kejahatannya. Seperti pelaku ingin mencuri nomor kartu kredit milik orang lain, penyebar material bajakan pada webserver dan mailing list merupakan
kejahatan dengan motif kriminalitas.
b.
Motif
Abu-abu
Motif kejahatan ini
samar-samar, artinya sulit untuk ditebak apakakah tindakan yang dilakukan
adalah termasuk criminal kejahatan atau bukan. Oleh karena itu dinamakan motif
abu-abu. Probing merupakan salah satu contoh motif kejahatan abu-abu. Tindakan
ini merupakan tindakan pengintaian sistem milik orang lain dengan mengumpulkan
informasi sebanyak-banyaknya dari sistem tersebut.
2. Contoh
– contoh kasus kejahatan IT yang sedang trend pada saat ini dan motif
kejahatannya.
Jawab
:
a. Unauthorized
access : Merupakan kejahatan yang terjadi ketika
seseorang memasuki atau menyusup ke dalam suatu sistem jaringan komputer secara
tidak sah, seperti probing. Motif pelaku melakukan kejahatan ini dikarena
menginginkan infromasi yang ada dalam sistem yang disusup atau dimasuki
tersebut.
b. Illegal
contents : Kejahatan ini merupakan
memasukkan data atau informasi ke internet tentang suatu hal yang tidak benar,
tidak etis, dan dapat dianggap melanggar hukum atau menggangu ketertiban umum,
seperti penyebaran pornografi. Motif penjahat melakukan tindakan ini
dikarenakan motif ingin orang lain menjadi rusak etikanya dengan melihat
infromasi yang disebarkannya.
c. Penyebaran virus secara sengaja : Penyebaran
virus secara sengaja dapat dilakukan dengan menggunakan email. Motif penjahat
adalah agar sistem yang digunakan target pelaku menjadi rusak terkena virus
tersebut.
d. Data forgery
: Kejahatan ini dilakukan dengan tujuan
memalsukan data pada dokumen-dokumen penting yang ada di internet.
Dokumen-dokumen ini biasanya dimiliki oleh institusi atau lembaga yang memiliki
situs berbasis web database. Motif pelaku melakukan kejahatan ini adalah
keinginan agar orang lain menjadi tertipu akan dokumen palsu tersebut.
e. Cyber stalking : Kejahatan ini untuk mengganggu
atau melecehkan seseorang dengan memanfaatkan komputer, misalnya menggunakan
e-mail dan dilakukan berulang-ulang. Kejahatan tersebut menyerupai teror yang
ditujukan kepada seseorang dengan memanfaatkan media internet. Hal itu bisa
terjadi karena kemudahan dalam membuat email dengan alamat tertentu tanpa harus
menyertakan identitas diri yang sebenarnya. Motif pelaku kejahatan ini
menginginkan seseorang agar menjadi tidak baik namanya dan dilihat oleh banyak
orang.
f.
Carding : Merupakan
kejahatan yang dilakukan untuk mencuri nomor kartu kredit milik orang lain dan
digunakan dalam transaksi perdagangan di internet. Motif ini adalah keinginan
untuk memilikinya dan ingin cepat mendapat uang dengan cara mudah.
g. Cracker
: Cracker merupakan kejahatan yang merusak yang ada di
internet. Aktivitas cracking di internet mulai dari pembajakan
account milik orang lain, pembajakan situs web, probing, menyebarkan virus,
hingga pelumpuhan target sasaran.
h. Hijacking
: Merupakan
kejahatan melakukan pembajakan hasil karya orang lain seperti pada software
piracy (pembajakan perangkat lunak). Motif pelaku kejahatan ini adalah
agar lebih cepat dalam mendapatkan sesuatu yang diinginkan sehingga jalannya
adalah membajak.
3.
Upaya –
upaya yang dapat dilakukan untuk menanggulangi kejahatan TI
Jawab :
Upaya yang dapat dilakukan
adalah melakukan pengamanan terhadap sistem
Pengamanan
terhadap sistem bertujuan untuk mencegah adanya perusakan bagian dalam sistem
karena dimasuki oleh pemakai yang tidak diinginkan. Pengamanan sistem secara terintegrasi
sangat diperlukan untuk meminimalisasikan kemungkinan perusakan tersebut.
Membangun sebuah keamanan sistem harus merupakan langkah-langkah yang
terintegrasi pada keseluruhan subsistemnya, dengan tujuan dapat mempersempit
atau bahkan menutup adanya celah-celah unauthorized actions yang merugikan. Pengamanan secara personal dapat dilakukan
mulai dari tahap instalasi sistem sampai akhirnya menuju ke tahap pengamanan
fisik dan pengamanan data melaui jaringan atau dengan pengamanan Web Server.
Upaya
pengamanan dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu dengan :
a.
Menginstal software antivirus
Software antivirus digunakan untuk mencegah, mendeteksi dan
menghilangkan berbagai malware seperti: virus, hijackers, ransomware,
keyloggers, backdoors dan lain sebagainya. Sehingga software antivirus
sangat diperlukan.
b.
Menggunakan security
software yang Up to Date
Dalam perangkan PC atau smartfon sering secara berkala mengeluarkan
update-update perangkat. Hal ini ditujukan untuk menutup celah keamanan yang
ada pada perangkat tersebut.
c.
Buat password yang kuat
Membuat password harus dipikirkan dengan baik,
password harus kuat, agar tidak mudah untuk dibobol oleh orang lain.
d.
Menggunakan fitur keamanan website
Sebuah website alangkah baiknya ada fitur keamanannya seperti
menggunakan layanan SSL / HTTPs.
No comments:
Post a Comment