TUGAS 2 ^Kelompok 1^ *12.6A.09*
Etika Profesi Teknologi Informasi Dan
Komunikasi
Nama Anggota Kelompok :
1. Al Imatun Iftitah (12161937)
2. Ratna Purwaningsih (12165894)
3. Serni Pasang (12164106)
4. Sugiyanti (12164296)
5. Velina Risky Amelia (12162189)
Pertanyaan :
1. Jelaskan bagaimana bentuk profesionalisme dalam profesi seperti : polisi, hakim, dokter programmer, data entri operator, database administrator, dan sebagainya ?
2. Pilihlah satu profesi bidang IT dan satu profesi bidang non-IT.
Jawab :
1. Profesi Bidang IT
- Programmer
Bentuk
profesionalisme yang dibutuhkan seorang IT :
a) Memiliki pengetahuan yang tinggi di bidang TI.
a) Memiliki pengetahuan yang tinggi di bidang TI.
b)
Memiliki ketrampilan yang tinggi di
bidang TI.
c) Memiliki pengetahuan yang luas tentang
manusia dan masyarakat, budaya, seni, sejarah dan komunikasi.
d)
Tanggap tehadap masalah client, paham
terhadap isu-isu etis serta tata nilai kilen-nya.
e)
Mampu melakukan pendekatan
multidispliner.
f)
Mampu bekerja sama (Team Work).
g)
Bekerja dibawah disiplin etika.
h) Mampu mengambil keputusan
didasarkan kepada kode etik, bila dihadapkan pada situasi dimana pengambilan
keputusan berakibat luas terhadap masyarakat
i) Dasar ilmu yang kuat dalam bidangnya
sebagai bagian dari masyarakat teknologi dan masyarakat ilmu pengetahuan abad
21.
j) Penguasaan kiat-kiat profesi yang
dilakukan berdasarkan riset dan praktis, bukan hanya merupakan teori atau
konsep.
k)
Pengembangan kemampuan profesional
berkesinambungan.
Berikut adalah
Kode Etik yang dibuat oleh IEEE Computer Society dan ACM yang ditujukan khusus
kepada Software Engineer sebagai salah satu bidang yang perannya makin
meningkat di IT.
Ada lima faktor
yang perlu diperhatikan:
* Publik
* Client
* Perusahaan
* Rekan Kerja
* Diri Sendiri
* Publik
* Client
* Perusahaan
* Rekan Kerja
* Diri Sendiri
Karyawan IT di
client mestinya juga mengadopsi Kode Etik tersebut, sehingga bisa terjalin
hubungan profesional antara konsultan dengan client. Bertindak fair terhadap
kolega juga berlaku bagi karyawan IT di organisasi client dalam memperlakukan
vendornya. Apabila dua perusahaan telah sepakat untuk bekerja sama membangun
suatu software, maka para profesional IT di kedua perusahaan tersebut harus
dapat bekerja sama dengan fair sebagai sesama profesional IT .Beberapa perlakuan yang fair terhadap
kolega, antara lain:
·
Dalam ruang lingkup TI, sebagai seorang
profesional kita mempunyai tanggung jawab untuk menerapkan etika profesi
teknologi informasi yang memuat kajian ilmiah mengenai prinsip atau norma-norma
dalam kaitannya dengan hubungan antara professional atau developer TI dengan
klien, antara para professional sendiri, dan antara organisasi profesi serta
organisasi profesi dengan pemerintah. Salah satu bentuk hubungan seorang
professional dengan klien (pengguna jasa) misalnya dalam pembuatan sebuah
program aplikasi.
·
Dalam pembuatan program, seorang
profesional tidak dapat membuat program sesuai kehendaknya, tapi ada beberapa
hal/etika/aturan yang harus diperhatikan dari mulai awal pembuatan program
sampai program tersebut selesai. Dia harus bisa mempertimbangkan dan
memperhatikan untuk apa program tersebut dibuat sesuai kebutuhan kliennya.
·
Seorang profesional harus mampu
berfikir bagaimana menerapkan dan membuat keamanan (security) pada
sistem kerja program aplikasi yang dibuatnya agar terproteksi dari pihak-pihak
yang tidak bertanggung jawab yang dapat mengacaukan sistem seperti : hacker,
cracker, dan sebagainya.
2. Profesi Non IT
- Dokter
Dokter memiliki pertanggungjawaban yang besar. Seorang
dokter harus betul-betul mempelajari anatomi dan fungsi tubuh manusia,
sebagaimana nanti akan digunakan untuk memeriksa pasien. Dokter tidak boleh
sembarangan menekuni profesi ini sebagai bidang tambahan, melainkan bidang
konsentrasi.
Bentuk profesionalisme profesi Dokter :
a) Terbuka : Dokter yang profesional adalah sosok yang terbuka pada pasiennya. Dengan kata lain, dia mau memberikan berbagai informasi yang dibutuhkan seorang pasien, baik diminta ataupun tidak. Dokter juga mampu memberikan penjelasan dengan baik dan benar. Tidak ada keterangan yang sengaja ditutup-tutupi sehingga pasien tahu pasti apa masalah yang dialaminya.
b) Bersedia mendengarkan pasien : Dokter juga hendaknya mau mendengarkan keluhan dan menanggapi pertanyaan pasiennya. Dengan kata lain, komunikasi yang terjalin tidak berlangsung satu arah atau sepihak saja. Dokter tidak hanya memberikan instruksi, tapi alangkah baiknya menampung dan memberikan solusi bagi permasalahan yang dihadapi pasien.
c) Punya waktu cukup : Agar dapat memberikan informasi yang lengkap dan bisa mendengarkan keluhan pasiennya, tentunya dokter butuh waktu yang cukup. Memang persoalan waktu adalah sesuatu yang relatif. Artinya, ada yang merasa perlu punya waktu panjang, tapi ada juga yang merasa cukup beberapa menit saja untuk melayani pasien.
d) Bersedia memberi penjelasan : Menjadi seorang dokter juga harus selalu bersedia menjelaskan pada pasien dan keluarganya bagaimana kondisinya, mendiskusikan bagaimana strategi pengobatannya, membantu pasien mengambil keputusan karena hak memilih pengobatan ada di tangan pasien. Tentunya dengan dokter memberikan informasi yang sejelas-jelasnya tentang untung-rugi sebuah pengobatan dengan baik akan mengurangi angka kejadian tidak puasnya pasien pada dokter.
Bentuk profesionalisme profesi Dokter :
a) Terbuka : Dokter yang profesional adalah sosok yang terbuka pada pasiennya. Dengan kata lain, dia mau memberikan berbagai informasi yang dibutuhkan seorang pasien, baik diminta ataupun tidak. Dokter juga mampu memberikan penjelasan dengan baik dan benar. Tidak ada keterangan yang sengaja ditutup-tutupi sehingga pasien tahu pasti apa masalah yang dialaminya.
b) Bersedia mendengarkan pasien : Dokter juga hendaknya mau mendengarkan keluhan dan menanggapi pertanyaan pasiennya. Dengan kata lain, komunikasi yang terjalin tidak berlangsung satu arah atau sepihak saja. Dokter tidak hanya memberikan instruksi, tapi alangkah baiknya menampung dan memberikan solusi bagi permasalahan yang dihadapi pasien.
c) Punya waktu cukup : Agar dapat memberikan informasi yang lengkap dan bisa mendengarkan keluhan pasiennya, tentunya dokter butuh waktu yang cukup. Memang persoalan waktu adalah sesuatu yang relatif. Artinya, ada yang merasa perlu punya waktu panjang, tapi ada juga yang merasa cukup beberapa menit saja untuk melayani pasien.
d) Bersedia memberi penjelasan : Menjadi seorang dokter juga harus selalu bersedia menjelaskan pada pasien dan keluarganya bagaimana kondisinya, mendiskusikan bagaimana strategi pengobatannya, membantu pasien mengambil keputusan karena hak memilih pengobatan ada di tangan pasien. Tentunya dengan dokter memberikan informasi yang sejelas-jelasnya tentang untung-rugi sebuah pengobatan dengan baik akan mengurangi angka kejadian tidak puasnya pasien pada dokter.
No comments:
Post a Comment